Walaupun ada igauan fatwa Golput itu haram, tapi Rakiyat masih memegang tradisi dari pemilu ke pemilu. Sejak peserta pemilu cuma 3 partai pemerintah, hingga kini ada puluhan partai, Rakiyat selalu menggunakan haknya sebagai : GOLPUT. Kenapa? Kira-kira, kalau mau dicari-cari ada 10 alasan yang rakiyat buat-buat. Walau sebenarnya sih, simpel saja alasan utamanya, yaitu : Nggak Percaya! Tapi karena pemerintah kita selalu menuntut alasan, terpaksalah Rakiyat bikin alasan…
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Rakiyat gampang dibohongi, sekali dikasih pengobatan gratis, makanan gratis, doorprize, langsung pada ngumpul, eh nggak taunya isinya kampanye
3. Politisi endonesya banyak yang bego. Belum waktunya kampanye sudah pasang bendera, sudah pasang tampang sok suci, sok wibawa, dan menampakannya di area publik yang sangat merusak pemandangan mata rakiyat yang sederhana.
4. Rakiyat lebih suka memilih seleb ketimbang politisi, seperti Indonesia Idol, karena rakiyat nggak merasa dibohongi. Lagian yang dipilih bisa langsung dilihat kualitasnya.
5. Rakiyat masih gampang diadudomba. Misalnya devide et impera, devide et pemilu, et reformasi, et partai, et pilkada
6. Rakiyat mudah lupa diri. Buktinya saja, rakiyat yang kini jadi anggota legislatif, sudah tak merasa jadi rakiyat lagi. Mereka itu keenakan menggenduti lambungnya dengan fasilitas uenaaak dan gaji buanyuaaak… sampai nggak sadar kalau menindas rakiyat lainnya
7. Rakiyat bingung, dulu, waktu 3 partai saja, satupun nggak ada yang benar-benar membela rakiyat. Terus waktu pemilu pasca reformasi, tak satupun dari puluhan partai yang benar-benar mengobati luka hati rakiyat. Kini, partainya makin banyak… bagi rakiyat, makin banyak saja yang berebutan dana kampanye doang, tidak untuk membela rakiyat.
8. Agama rakiyat sering dijadikan alat untuk menipu. Bilang ini haram itu haram, padahal hanya untuk kepentingan pemilu saja. Agama rakiyat itu agama Tuhan, jadi rakiyat merasa Tuhan rakyat disaingi kedaulatannya.
9. Sudah sekian kali petinggi negeri ini berpesta demokrasi, tak pernah berani memenjarakan koruptor.
10. Rakiyat sadar, wajar saja koruptor tak mungkin tertangkap, karena yang memimpin rakiyat adalah koruptor. Rakiyatpun dididik untuk menjadi koruptor…
Begitulah 10 Alasan yang rakiyat buat-buat…