Feed on
Posts
Comments

Pejabat di Indonesia rata-rata takut terhadap 6 hal yang tertulis di bawah ini. Dari mana sumbernya? Apakah mereka pernah mengisi kuesioner ketakutan? Ah, mana mungkin mereka mau. Lha wong melaporkan kekayaannya saja sulitnya minta amplop! Continue Reading »

Hari ini Rakiyat kembali teriris hatinya melihat timelines dan portal berita ramai membicarakan perihal kursi untuk pimpinan Badan Anggaran DPR. Lho, cuma kursi saja koq sampai terisis? Gimana gak terisis, lha kursi buatan Jerman itu 24 Juta Rupiah! Itupun belum apa-apa. Kursi hanyalah bagian kecil dari total anggaran renovasi ruang rapat Banggar senilai 20 Milyar. 20 Milyar sodara-sodara!

foto: lensaindonesiadotcom

foto: lensaindonesiadotcom

Kata orang-orang di Badan Kehormatan (BK) DPR sih, yang mengusulkan adalah manusia-manusia yang ada di Banggar. Tapi hal itu dibantah oleh manusia yang amat mencintai pantatnya di Banggar DPR.  “Itu kerjaan orang Sekjen DPR!” Tuduh orang Banggar. Entah mana yang benar. Setahu rakiyat sih, di antara mereka setali tiga kutang uang.

Padahal seharusnya anggaran untuk renovasi itu 2.7 M. Itu kalo mengikuti standar pemerintah. Tetapi justru faktanya sampai 20M. Pernyataan siapakah di antara mereka yang hidup mewah di gedung DPR itu, yang masuk akal?

Saat ditanya wartawan kemarin (17/1) , Melchias Markus Mekeng (ketua Banggar DPR) bilang, “Saya tak mau menanggapi sesuatu yang mustahil dan tak masuk akal”. Sebuah pernyataan yang sama tak masuk ke akal, yang hanya bisa keluar dari mulut orang-orang yang otaknya ada di pantat.

Pantat? Begitu berhargakah pantan pimpinan Banggar DPR hingga harus diberi tempat duduk seharga 24 Juta Rupiah? Kenapa tak sekalian saja pantat mereka itu diasuransikan. Tokh, kalangan artis di dunia ini sudah ada yang mengasuransikan pantat dan bagian tubuhnya yang lain. Tapi bedanya, mereka bayar bermilyar-milyar memakai uang sendiri.

Nah! Inilah fakta untuk yang kesekian kalinya bahwa selama ini mereka yang mengaku wakil rakyat sesungguhnya adalah orang-orang yang banyak menghabiskan uang rakyat. Dari mana uang untuk renovasi itu? Uang rakyat euy!!!

Nah!

Terbelalak mata rakiyat pas baca berita di detiknews pagi tadi. Untuk rakiyat cepat-cepat menahan dengan tangan yang sebenarnya lagi banyak kotoran. Maklum, rakyat lagi kerja bakti bersihin got. Eh, tau-tau rakiyat ngintip lektope si Oding, temen rakiyat yang doyan onlen, lagi baca berita. Kontan aje, mata rakiyat terbelalak. Mendelik, kesel, dan mau muntah!

Beritanya kayak begini:

ruang-banggar-dpr-20m

Yang bikin hati rakiyat mencelos dan mata ampir copot bukanlah nilai anggarannya. Mau segede ape juga, itu pinter-pinternya mereka aja. Kan kita udah tau sendiri, orang yang ada di dalam gedung DPR/MPR itu kebanyakan…. kebanyakan nggak punya empati sama rakiyat.

Coba aja liat itu… yang dulunya aktif jadi tukang demo mahasiswa, eh sekarang malah copy/paste sama tokoh-tokoh politik yang dulu mereka demo. Lihat deh yang sekarang asyik hidup dengan fasilitas sebagai wakil rakyat, ketua partai, orang partai, menteri, dan semacamnya.

img0686a

Kalo birokrat sih nggak usah ditanya-tanya lagi. Dari dulu sampe zaman sekarang, yang namanya pegawai di pemerintahan memang terdidik buat korup. Contohnya aja, kemaren teman Rakiyat dapat sumbangan buat sekolahan yang dia kelola. Dari 30 juta yang ditandatanganin, eh yang cair cuman 10 juta. 20 jutanya katanya buat nyumpel orang DPR, nyumpel Auditor, dan siapa gitu yang nggak dipahami sama temen rakiyat yang lugu.

Presiden, inilah realitas yang mungkin kamu tak bisa melihatnya sendiri. Boleh jadi selama ini kamu cuma mendengar dari orang-orang yang membantumu. Nah, aku membantumu untuk bisa melihat realitas rakyat kita, eh rakyat mu.

Eh, sebenarnya kami ini rakyat endonesya atau rakyatmu sih?


“apapun yg sempat kujempret dalam persliweran jalanku, tanpa deskripsi, tanpa sensor, apa adanya.”

From Sliweran Jalan, posted by Mataharitimoer Mt on 8/24/2011 (8 items)

Generated by Facebook Photo Fetcher


Pak Presiden, kamu bilang “jika Nazaruddin tak pulang, politik Indonesia penuh kecurigaan”. Apakah kamu tak ingat, bahwa jalanmu menuju kursi presiden pun dimulai dengan kecurigaan.
Siapa yg lupa kasus saling curiga antara kamu dg Mega?

Yang rakijat rasakan, politik di endonesya didasari dg saling curiga dan konspirasi.

Kamu curiga Nazaruddin tak mau pulang? Saran saya sbg rakijat yg baik, gunakan kewenanganmu utk jemput paksa si Udin, konfrontasikan dg siapapun yg terlibat konflik!

Paham?!

Hai pak presiden? Apa kabarmu? Masih pusing? Semoga kamu bisa lebih santai dalam menjalani hidupmu  yang begitu penuh dengan masalah. Akupun heran, kenapa ada aja sih orang yang senang menggerecoki pekerjaanmu. Yach, semoga saja mereka kapok menggoyang posisi kamu, pak.

Oh iya, pak. Begini. Bapak sudah tahu kan soal perkembangan KRL Commuter Jabodetabek? Gini lho, pak. Kalo saya sih, sebagai pengguna sehari-hari KRL, sudah kebal dengan suasana sesak di dalam gerbong. Dari dulu hingga sekarang, perubahan yang dilakukan oleh pelaksana operasi KRL tak ada yang membuat nyaman penumpang.

Sebenarnya keberadaan KRL Express agak lumayan pada waktu lalu. Paling tidak, ada alternatif kereta untuk mencapai kantor lebih cepat. Meskipun tiketnya lebih mahal, tapi tak masalah dari pada saya terlambat masuk kantor. Kan saya ini karyawan yang baik, yang gak mau telat. gak mau malas.

Terus terang saja, pak. Saya mau melihat Bapak naik KRL saat ini. Saya tahu dulu waktu masih belum jadi apa-apa, Bapak adalah pelanggan setia KRL. Tetapi, jika masa lalu tersebut tak juga menumbuhkan empati Bapak terhadap pelanggan KRL, ya, monggo, silakan rasakan sendiri pak, saat ini saja.

Terserah Bapak mau dikawal atau tidak. Yang jelas, coba deh ikutan naik KRL pada jam-jam sibuk. Pagi atau petang. Tak perlu bilang-bilang kepada yang lain. Nanti percuma, mereka akan menciptakan kenyamanan yang dipaksakan untuk Bapak.

Jadi gimana, pak? Kapan Bapak mau naik KRL Commuter Jabodetabek? Kan dari rumah bisa langsung ke stasiun, lalu turun deh di Stasiun Juanda. Dari situ tinggal naik Bajaj ke Istana, atau minta dijemputlah sama supir Bapak. Atau mau bareng dengan saya? Kalau mau, kita janjian ajalah. Saya gampang ditemui koq, pak. Apalagi kalau Bapak yang butuh saya temani. Kalau ada apa-apa, kasih tau aja ya, pak!

Terima kasih, pak. Semoga bisa istirahat dengan tenang.

Jaga kesehatanmu!

Salam,

Rakiyat Endonesya

Older Posts »